SUMENEP, NEWS9 – Viral beredarnya foto dan video asusila yang diduga melibatkan seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memicu keprihatinan publik.
Kasus tersebut dinilai bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan dan perlindungan anak.
Dalam video yang diterima redaksi, seorang remaja perempuan berinisial V (14) yang masih duduk di bangku kelas I di salah satu MTs Negeri di Sumenep diduga melakukan tindakan tidak senonoh saat melakukan panggilan video dengan seorang remaja laki-laki.
Beredarnya konten tersebut menuai reaksi keras dari masyarakat karena melibatkan anak di bawah umur.
Sejumlah warga meminta pihak sekolah dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep tidak bersikap pasif.
Mereka menilai kasus tersebut harus ditangani secara serius, baik dari sisi pembinaan, perlindungan terhadap korban sebagai anak, maupun upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kalau peristiwa yang mencoreng nama baik dunia pendidikan ini dibiarkan tanpa penanganan yang jelas, maka itu menjadi sinyal bahwa degradasi moral di kalangan pelajar sudah sangat memprihatinkan. Sekolah dan pihak terkait tidak boleh menutup mata,” ujar seorang warga berinisial MD, Senin (27/7/2026).
Saat dikonfirmasi, pihak MTs Negeri yang bersangkutan membenarkan bahwa V merupakan siswi di sekolah tersebut.
Namun, Kepala MTs tidak dapat ditemui karena sedang mengikuti rapat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep.
Sementara itu, guru Kesiswaan, Eko Dono, saat ditemui menyatakan bahwa pihak sekolah masih melakukan koordinasi internal sebelum memberikan keterangan resmi.
“Kami belum mengetahui secara utuh persoalan tersebut karena yang bersangkutan merupakan siswa pindahan. Kami masih berkoordinasi dengan kepala sekolah dan tim untuk memastikan fakta-faktanya,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Upaya konfirmasi lanjutan yang dilakukan tim News9 pada hari berikutnya juga belum membuahkan hasil.
Pihak sekolah kembali menyampaikan bahwa kepala sekolah sedang berada di luar kantor sehingga belum dapat memberikan penjelasan resmi. ***
Penulis : Nola
Editor : Seno CS












