QRIS Tak Boleh Jadi Gimik, PMII Sumenep Tekan DPRD dan Pemda Serius Garap PAD Digital

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep saat melakukan audiensi. @by_News9.id

FOTO: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep saat melakukan audiensi. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep menekan pemerintah daerah agar digitalisasi transaksi non tunai berbasis QRIS tidak berhenti sebagai jargon modernisasi belaka.

Dalam audiensi dengan Komisi II DPRD Sumenep yang dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan pimpinan Bank BPRS, PMII menegaskan QRIS harus diposisikan sebagai instrumen serius penguatan ekonomi daerah bukan sekadar mengikuti tren teknologi.

PMII menilai penerapan QRIS melalui keterlibatan Bank BPRS adalah langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola ekonomi daerah. Bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui pencatatan transaksi yang transparan dan terukur yang pada akhirnya berdampak langsung pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam struktur APBD.

“Digitalisasi transaksi bukan proyek kosmetik. Ini bagian dari reformasi ekonomi daerah agar lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi. Kalau dikelola serius, QRIS bisa menjadi pintu masuk pemetaan ekonomi lokal yang selama ini gelap,” tegas perwakilan PC PMII Sumenep, Selasa (3/2).

PMII menyoroti pentingnya perluasan QRIS yang menyentuh sektor ekonomi riil seperti pasar tradisional, UMKM, koperasi, hingga layanan publik.

“Tanpa arah kebijakan yang konkret, digitalisasi justru berisiko menjadi proyek elitis yang tidak berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan,” katanya.

Mahasiswa juga mengingatkan, tertib administrasi usaha bukan sekadar jargon teknokratis.

Baca Juga:  Awas Curanmor! Polsek Lumajang Kota Intensifkan Himbauan dan Patroli 3C

Sistem non tunai memungkinkan negara melihat arus uang secara riil, menutup kebocoran, dan menyusun kebijakan fiskal yang lebih tepat sasaran. Namun, itu hanya mungkin jika pemerintah daerah serius menyiapkan regulasi, edukasi, dan infrastruktur digital yang merata.

Baca Juga:  Polsek Sekaran Dukung Ketahanan Pangan Lewat Patroli Sambang Desa

Dalam kesempatan itu, Kepala Diskop UMKM dan Perindag Sumenep menyatakan dukungannya terhadap gagasan PMII.

Menurutnya, transaksi non tunai sejalan dengan modernisasi pengelolaan koperasi dan UMKM, khususnya dalam pencatatan keuangan yang lebih rapi dan mudah diaudit.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BPRS mengakui adanya keterbatasan kewenangan sebagai bank daerah dibanding bank nasional.

Meski demikian, BPRS berkomitmen mengupayakan perizinan dan skema yang memungkinkan keterlibatan aktif dalam ekosistem QRIS di Sumenep.

Baca Juga:  Warga Desa Duwet Dilaporkan ke Polisi, Korban Desak Polsek Tumpang Tetapkan Tersangka

Di sisi lain, DPRD Sumenep Komisi II mengingatkan tantangan serius yang tidak boleh diabaikan kesiapan sumber daya manusia.

Anggota Komisi II, H. Masdawi, menegaskan masih banyak warga yang belum memiliki akses perangkat android, sehingga berpotensi tersisih dari sistem pembayaran digital.

“Kalau ini tidak diantisipasi, digitalisasi justru menciptakan kesenjangan baru. Negara tidak boleh abai,” ujarnya.

PMII penegasan sikap QRIS harus menjadi alat penguatan ekonomi lokal yang inklusif, bukan simbol kemajuan semu.

“Kami berkomitmen mengawal isu ini agar digitalisasi benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan kesejahteraan daerah bukan sekadar memenuhi laporan program,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak
Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah
PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep
Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting
Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”
PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting
Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang
Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:10 WIB

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:08 WIB

PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:18 WIB

Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”

Senin, 27 Juli 2026 - 23:28 WIB

PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting

Berita Terbaru