Eks Ketua KPU Sumenep Bungkam Soal Dugaan Korupsi Logistik Pemilu 2024

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Rahbini, mantan Ketua KPU Sumenep, @by_News9.id

FOTO: Rahbini, mantan Ketua KPU Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Bungkamnya mantan Ketua KPU Sumenep, Rahbini, terkait dugaan korupsi dalam pengadaan logistik Pemilu 2024, kembali memicu gelombang sorotan tajam dari publik.

Pasalnya, dibalik pengadaan logistik hingga kini dia memilih bungkam tanpa memberikan tanggapan, meski pesan telah terlihat dibaca saat dikonfirmasi News9.id beberapa waktu lalu.

Sejumlah pihak menilai lembaga penyelenggara pemilu itu mulai kehilangan transparansi dan akuntabilitas.

Ketua Front Mahasiswa Pembela Keadilan (FMPK) Sumenep, Tolak Amir, mengungkapkan pihaknya telah resmi melayangkan surat permintaan keterbukaan informasi publik kepada KPU Sumenep.

“Kami sudah meminta KPU membuka data dan dokumen pengadaan logistik Pemilu 2024. Publik berhak tahu, karena dana pemilu itu bersumber dari uang rakyat. Jika ada penyimpangan, maka itu bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,” tegas Amir, Jumat (7/11), lalu.

Namun hingga kini, kata Amir, KPU Sumenep belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan tersebut.

Baca Juga:  Polsek Lamongan Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Jalan KH Ahmad Dahlan

Ia menilai, sikap diam lembaga penyelenggara pemilu itu justru menimbulkan kecurigaan kuat di tengah masyarakat.

“Kalau KPU abai terhadap permintaan informasi publik, patut diduga ada sesuatu yang disembunyikan. Jangan sampai KPU dijadikan alat untuk merampok uang rakyat lewat proyek logistik pemilu,” ujarnya dengan nada keras.

Amir juga menyoroti langkah Kejaksaan Negeri Sumenep yang sebelumnya telah melakukan penggeledahan di kantor KPU.

Baca Juga:  KOHATI HMI Cabang Sumenep Desak Sanksi Maksimal Pelaku Pemerkosaan Berulang di Kangean

Namun hingga kini, tidak ada penjelasan terbuka terkait barang bukti maupun dokumen yang diamankan penyidik.

“Pertanyaannya, apa saja barang yang dibawa kejaksaan saat penggeledahan? Kenapa publik tidak diberi tahu? Ini membuat penegakan hukum di Sumenep terasa gelap,” ujarnya.

Menurut Amir, kasus dugaan korupsi logistik KPU itu menjadi cerminan hancurnya integritas sebagian oknum penyelenggara pemilu, yang seharusnya menjaga marwah demokrasi.

“Rakyat menaruh kepercayaan besar kepada KPU untuk bekerja jujur, bersih, dan bermoral. Tapi kalau kepercayaan itu dirusak demi keuntungan pribadi, itu sangat tragis,” tandasnya.

FMPK menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas, sekaligus mendesak agar KPU Sumenep membuka salinan data anggaran pengadaan logistik yang kini disebut-sebut menjadi temuan Kejaksaan.

“Kami tidak mau dibawa ke ruang gelap di atas kegelapan. Kami akan kawal sampai ada kepastian hukum dan keterbukaan publik yang sebenarnya,” pungkas Amir.

Sementara itu, hingga berita ini dinaikkan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, dibawah kepemimpinan Nurhadi Puspandoyo, belum memberikan keterangan jelas sampai dimana tindaklanjut perkara tersebut. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi
Dituduh Curi Emas, HP Dirampas: Siasat Culas Kanit Reskrim Polsek Masalembu
ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik
Berawal dari Stalking Medsos, Perempuan Diduga Dianiaya Istri Mantan Kekasih hingga Dibawa Keliling
Kuasa Hukum Pekerja Menangkan Gugatan, Atas Pemecatan Sepihak Oleh PT Sukanda Djaya
Dua Laporan, Satu Terlapor: Penyidikan Polsek Masalembu Diduga Sarat Kejanggalan
Diduga Aniaya Warga, Oknum ASN DPUTR Sumenep Dilaporkan ke Polisi
41 Gram Sabu dan Uang Puluhan Juta Disita, Bandar Narkoba di Masalembu Masih Bebas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Dituduh Curi Emas, HP Dirampas: Siasat Culas Kanit Reskrim Polsek Masalembu

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:14 WIB

ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Berawal dari Stalking Medsos, Perempuan Diduga Dianiaya Istri Mantan Kekasih hingga Dibawa Keliling

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Kuasa Hukum Pekerja Menangkan Gugatan, Atas Pemecatan Sepihak Oleh PT Sukanda Djaya

Berita Terbaru

FOTO: Mahyuni, pemilik pohon, bersama keluarga saat mendatangi Polresta Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:45 WIB

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB