De Gadjah Sambangi Keluarga Korban Tewas Diduga Dikeroyok, Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah (kanan) saat sambangi keluarga korban. @by_News9.id

FOTO: Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah (kanan) saat sambangi keluarga korban. @by_News9.id

DENPASAR, NEWS9 – Tragedi tewasnya KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, mendapat perhatian serius dari Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah.

Pada Senin (27/7/2026), De Gadjah mendatangi langsung rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Dalam kunjungan itu, ia didampingi Ketua DPC Gerindra Buleleng Gede Harja Astawa, Ketua DPC Gerindra Tabanan I Nyoman Mulyadi, serta sejumlah relawan.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang kehilangan tulang punggung rumah tangga, khususnya istri dan anak korban yang kini harus menghadapi masa depan tanpa kehadiran sang ayah.

Baca Juga:  Pengeroyokan yang Viral di Medsos: Tiga Tersangka Diamankan, Satu Buron

Di hadapan keluarga korban, De Gadjah menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk membela ataupun menghakimi pihak tertentu.

Namun, ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga tidak seorang pun berhak merampas nyawa seseorang dengan dalih apa pun.

“Apa pun dugaan yang sedang diproses, tidak ada seorang pun yang berhak mengambil nyawa orang lain atau melakukan tindakan yang merendahkan martabat manusia. Kita adalah negara hukum, sehingga setiap persoalan harus diselesaikan melalui proses hukum yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi anak korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SD menjadi bagian paling memilukan dari tragedi tersebut.

Baca Juga:  Libur Lebaran 2025, Disbudporapar Sumenep Siapkan Strategi Gaet 800 Wisatawan

Kehilangan sosok ayah di usia dini dikhawatirkan akan meninggalkan trauma mendalam yang membutuhkan perhatian bersama.

Karena itu, De Gadjah menyatakan komitmennya untuk membantu keluarga korban semampunya, mulai dari kebutuhan dasar, pendampingan hukum, hingga dukungan psikologis bagi anak korban agar tetap memiliki harapan untuk melanjutkan kehidupannya.

“Kami akan berupaya membantu semampu kami, baik untuk kebutuhan keluarga, pendampingan hukum, maupun pemulihan psikologis anak agar tetap memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Dia juga mengajak masyarakat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran penting bahwa dugaan tindak pidana tidak boleh diselesaikan melalui aksi main hakim sendiri.

Menurutnya, tindakan vigilante hanya akan melahirkan korban baru dan mencederai prinsip keadilan.

“Keadilan harus ditegakkan melalui hukum, bukan melalui amarah. Mari kita jaga nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, dan memastikan tidak ada lagi keluarga yang harus mengalami penderitaan seperti ini,” tandasnya.

Sebelumnya, KD dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Baca Juga:  Sempat Buron, Spesialis Curanmor Diringkus Resmob Polres Sumenep

Peristiwa itu diduga dipicu setelah korban kepergok mencuri ayam aduan milik salah seorang warga.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Tabanan bersama Polsek Baturiti.

Polisi telah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara dugaan pengeroyokan dan menyatakan proses penyidikan masih terus dikembangkan guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Seno

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Okedaily

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putusan Banding Sudah Final, Tersangka Mas’oda Terancam Dijemput Paksa
Polsek Dungkek Bungkus Terduga Pelaku Pembobolan Toko di Gili Iyang
Ditangkap Tanpa Laporan Polisi, Penanganan Dugaan Curanmor di Masalembu Tuai Sorotan
Pemecatan Aiptu Dian Kurdianto: Kabur 30 Hari hingga Jadi Buronan Polres Lumajang
DPRD Sumenep Desak Polisi Bongkar Jaringan Penadah Curanmor di Masalembu
Dua Terduga Pelaku Percobaan Curanmor di Masalembu Diciduk Polisi
Pisau Disita Saksi Diperiksa, Polisi Masih Tunggu Apa Lagi?
Pria di Gayam Diciduk Polsek Sapudi: 11 Barang Bukti Disita
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:47 WIB

De Gadjah Sambangi Keluarga Korban Tewas Diduga Dikeroyok, Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:35 WIB

Polsek Dungkek Bungkus Terduga Pelaku Pembobolan Toko di Gili Iyang

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:17 WIB

Ditangkap Tanpa Laporan Polisi, Penanganan Dugaan Curanmor di Masalembu Tuai Sorotan

Senin, 27 Juli 2026 - 23:37 WIB

Pemecatan Aiptu Dian Kurdianto: Kabur 30 Hari hingga Jadi Buronan Polres Lumajang

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:38 WIB

DPRD Sumenep Desak Polisi Bongkar Jaringan Penadah Curanmor di Masalembu

Berita Terbaru

FOTO: Penyambutan AKBP Anang Hardiyanto sebagai kapolres baru Sampang. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Pimpin Polres Sampang Gantikan Hartono

Rabu, 29 Jul 2026 - 15:59 WIB

FOTO: Lokasi pekerjaan Program P3TGAI tahun 2026, di Desa Plakaran, @by_News9.id

PERISTIWA

Proyek P3TGAI di Desa Plakaran, Diduga Dikerjakan Orang Luar

Rabu, 29 Jul 2026 - 15:34 WIB