Sidang Perdana Digelar, Nasib Korban Penganiayaan Anak di Ujung Ketegasan Hukum

- Editorial Team

Rabu, 8 April 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Madiya, Ibu korban kekerasan saat menghadiri sidang pertama di Pengadilan Negeri Sunenep. @by_News9.id

FOTO: Madiya, Ibu korban kekerasan saat menghadiri sidang pertama di Pengadilan Negeri Sunenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Sidang perdana perkara dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur di Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akhirnya digelar.

Persidangan tersebut menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai ujian nyata integritas penegakan hukum.

Kasus yang telah bergulir selama kurang lebih satu tahun enam bulan itu, kini memasuki tahap persidangan setelah penantian panjang pihak korban untuk mendapatkan keadilan.

Ibu korban, Madiya, menyampaikan bahwa proses hukum yang berjalan lambat sempat menguras emosi dan harapan keluarganya. Namun, ia tetap meyakini bahwa keadilan pada akhirnya akan ditegakkan.

“Perjalanan kasus ini sangat panjang. Hampir satu tahun enam bulan kami menunggu. Hari ini menjadi titik awal, sekaligus ujian apakah hukum benar-benar berpihak pada kebenaran,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, perkara tersebut bukan sekadar kasus penganiayaan biasa, melainkan pertarungan antara korban yang merupakan anak yatim dengan pihak terduga pelaku yang memiliki latar belakang ekonomi kuat.

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal keberpihakan. Apakah hukum akan berpihak pada anak yatim atau pada mereka yang punya kekuasaan dan kekuatan materi. Ini hari pertaruhan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Dalam persidangan, tersangka bernama Masode disebut tidak mengakui perbuatannya.

Baca Juga:  Istri Babak Belur, Suami Sadis Dasuk Akhirnya Diseret ke Meja Hijau

Sikap tersebut disampaikan di hadapan majelis hakim, serta disaksikan langsung oleh ibu korban dan sejumlah saksi yang hadir saat kejadian.

Meski demikian, pihak korban tetap menaruh harapan besar pada jalannya proses hukum di pengadilan.

“Saya percaya hukum mungkin terlihat lambat, tapi tidak pernah mati. Kebenaran akan menemukan jalannya dan berpihak pada korban,” lanjut Madiya.

Ia berharap majelis hakim dapat memutus perkara itu secara objektif dan adil, dengan mempertimbangkan fakta-fakta persidangan serta kondisi korban sebagai anak di bawah umur.

Baca Juga:  Misteri “Hukum Bolak-Balik” Sumenep: Ancaman 7 Tahun Kasus ODGJ Sapudi Menguap, Dakwaan Pengeroyokan Runtuh di Persidangan

Kasus tersebut kini menjadi perhatian masyarakat luas, terutama terkait komitmen aparat penegak hukum dalam memberikan perlindungan terhadap anak serta memastikan tidak adanya diskriminasi dalam proses peradilan.

“Ketika seorang anak diduga menjadi korban kekerasan, namun tersangka Masode justru tidak ditahan, apakah hukum masih berdiri tegak atau justru mulai goyah,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegawai Dinas PUTR Sumenep Jadi Tersangka
Polresta Sumenep Tahan Asmawi, Korban Desak Hukum Dikawal Hingga Persidangan
Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka
Kasus Penganiayaan di Sumenep Mandek, Keluarga Korban Tagih Kepastian Hukum
Sempat Keluhkan Sakit Kepala, Pria Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah
PPD Desak Polresta Sumenep Segera Panggil Tersangka Asmawi
Kasus Penebangan Pohon, Polresta Sumenep Naikkan Status Asmawi Jadi Tersangka
Curanmor Probolinggo Makin Nekat, Honda Beat Raib Hanya Lima Menit di Sumberasih
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Pegawai Dinas PUTR Sumenep Jadi Tersangka

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Polresta Sumenep Tahan Asmawi, Korban Desak Hukum Dikawal Hingga Persidangan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Kasus Penganiayaan di Sumenep Mandek, Keluarga Korban Tagih Kepastian Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Sempat Keluhkan Sakit Kepala, Pria Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah

Berita Terbaru

FOTO: Para peserta mengikuti pengujian sesuai jenjang kompetensi Muda, Madya, dan Utama. @by_News9.id

DAERAH

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:28 WIB

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB