Diduga Keracunan MBG, 27 Siswa SDN 02 Kanigoro Kota Madiun Dilarikan ke Faskes

- Redaktur

Rabu, 9 September 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Sejumlah siswa saat mendapat penanganan medis. @by_News9.id

FOTO: Sejumlah siswa saat mendapat penanganan medis. @by_News9.id

MADIUN, NEWS9 – Sebanyak 27 siswa SDN 02 Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, mendapat penanganan medis setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan yang muncul usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (09/09/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para siswa sebelumnya menerima menu makanan berupa nasi putih, udang bakar, tahu bulat goreng, tumis wortel dan buncis, serta buah anggur. Makanan tersebut mulai dikonsumsi para siswa sekitar pukul 09.00 WIB.

Tidak berselang lama, sekitar pukul 09.30 WIB, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan berupa mual, pusing, sakit perut hingga muntah.

Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari pihak sekolah yang selanjutnya melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan para siswa memperoleh pertolongan medis.

Baca Juga:  Tambelangan Gelar Rakor PKG Sekolah dan Strategi Eliminasi Kusta

Ari, salah seorang warga yang memiliki warung di depan SDN 02 Kanigoro, mengaku mengetahui adanya kejadian tersebut setelah seorang guru mendatangi warung miliknya.

Menurut Ari, guru yang diketahui bernama Slamet datang ke warung seusai jam istirahat untuk membeli kelapa muda.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet menyampaikan bahwa sejumlah siswa mengalami muntah setelah mengonsumsi makanan.

“Pak Slamet datang ke warung membeli kelapa muda. Beliau mengatakan banyak siswa yang muntah setelah mengonsumsi makanan sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar Ari.

Pasca munculnya keluhan kesehatan tersebut, pihak sekolah bersama instansi terkait melakukan langkah penanganan terhadap para siswa.

Sejumlah siswa kemudian dievakuasi ke fasilitas pelayanan kesehatan menggunakan ambulans dari dinas kesehatan terkait untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga:  Mahasiswa Sumenep Turun Jalan Tolak Pemilukada Tak Langsung

Berdasarkan data penanganan sementara, sebanyak 10 siswa mendapat perawatan di Puskesmas Sukosari, sedangkan 17 siswa lainnya menjalani perawatan di RSUD Sogaten.

Selain keluhan kesehatan yang dialami para siswa, dalam laporan awal juga muncul informasi mengenai salah satu menu, yakni tahu bulat, yang diduga ditemukan dalam kondisi berjamur.

Namun demikian, informasi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Diperlukan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut terhadap sampel makanan maupun aspek lain yang berkaitan dengan proses penyediaan dan distribusi makanan MBG.

Dengan demikian, dugaan keracunan makanan dalam peristiwa tersebut masih bersifat indikasi awal dan belum dapat dipastikan sebagai akibat dari konsumsi menu tertentu.

Penentuan penyebab secara ilmiah membutuhkan hasil pemeriksaan dari instansi berwenang.

Baca Juga:  Proyek P3TGAI di Desa Plakaran, Diduga Dikerjakan Orang Luar

Penanganan medis terhadap para siswa dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus memastikan kondisi kesehatan mereka dapat dipantau secara optimal.

Di sisi lain, pemeriksaan terhadap makanan yang telah dikonsumsi para siswa menjadi penting untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya faktor penyebab gangguan kesehatan.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan menyeluruh dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari proses pengadaan bahan pangan, pengolahan, pengemasan, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh peserta didik.

Hingga berita ini diturunkan, para siswa masih menjalani perawatan dan pemantauan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. ***

Facebook Comments Box

Penulis : GN

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasien Mengaku Diabaikan, Dinkes P2KB Sumenep Janji Evaluasi Puskesmas Masalembu
DPRD Desak Bupati Sumenep Evaluasi Kapus Masalembu
Camat Arjasa Respons Keluhan Warga: Pohon Rawan Tumbang Langsung Ditangani
Proyek BK Desa Ratusan Juta di Tanahmerah Saronggi Diduga Asal Jadi
Distribusi Bapang Serentak di Kecamatan Kromengan Banyak Belum Tepat Sasaran 
Dinkes-P2KB Sumenep Dinilai Tak Becus Kelola Pelayanan Faskes Puskesmas Masalembu
Masyarakat Desa Ranupane Untuk Tetap Waspada Terhadap Perkembangan Karhutla
Dinkes-P2KB Sumenep Dituding Melindungi Kapus Masalembu
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:00 WIB

Diduga Keracunan MBG, 27 Siswa SDN 02 Kanigoro Kota Madiun Dilarikan ke Faskes

Rabu, 9 September 2026 - 13:22 WIB

Pasien Mengaku Diabaikan, Dinkes P2KB Sumenep Janji Evaluasi Puskesmas Masalembu

Selasa, 8 September 2026 - 10:54 WIB

Camat Arjasa Respons Keluhan Warga: Pohon Rawan Tumbang Langsung Ditangani

Senin, 7 September 2026 - 05:28 WIB

Proyek BK Desa Ratusan Juta di Tanahmerah Saronggi Diduga Asal Jadi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:51 WIB

Distribusi Bapang Serentak di Kecamatan Kromengan Banyak Belum Tepat Sasaran 

Berita Terbaru

FOTO: Kasi Propam Iptu Suwandi dalam kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin). @by_News9.id

DAERAH

Ponsel Anggota Polresta Sumenep Mendadak Disisir Propam

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:10 WIB